Senin, 08 September 2014

Pendakian Gunung Rinjani 1

Akhirnya hari itu tiba juga.. hari yang bersejarah bagi saya, karena akan mendaki puncak tertinggi ketiga di Indonesia, RINJANI!!
puncak Gunung Rinjani
Perlu diketahui, Gunung Rinjani dengan ketinggian 3726 mdpl merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia dan merupakan puncak gunung berapi tertinggi kedua setelah Gunung Kerinci di Sumatera. Terletak di kabupaten Lombok Utara, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tepat hari Jumat pagi, tanggal 6 September 2013 kami yang terdiri dari 15 orang dengan carrier gagah berkumpul di meeting point yang telah di janjikan yaitu bandara Babullah Ternate, sungguh pemandangan yang sangat epic. Dengan Kostum yang sama hitam, semua mata tertuju pada kami, seakan kami adalah sekelompok anak anak muda Ternate yang akan menaklukkan Puncak Everest :D
Epic!! saya jatuh cinta pada sandangan pertama pada pendakian puncak gunung. Ada kebanggaan tersendiri saat memakai tas gunung dengan perlengkapan mendaki di badan kami. Ya, Kebanggaan akan menaklukkan zona nyaman, ketakutan, batas kemampuan dan tentunya puncak Tertinggi.
Rencana perjalanannya yaitu pertama kami akan naik pesawat dari Ternate menuju Surabaya, kemudian dilanjutkan naik bus langsung menuju lombok, sungguh perjalanan yang sangat panjang sebelum pendakian.

Dan Perjalanan itupun dimulai.......
Pesawat sriwijaya yang kami tumpangi mendarat mulus di bandara Juanda Surabaya, kemudian sebagian dari kami menunaikan ibadah shalat jumat sebelum melanjutkan perjalanan dengan bis damri menuju terminal bunggur asih seharga Rp.20.000. Setelah sampai di terminal, kita langsung dikerubungi belasan calo yang tidak ramah, kemanapun pergi pasti selalu diikuti walaupun kami menolak dengan baik baik. Satu satunya cara untuk menghindar yaitu dengan cara pergi ke ruang tunggu terminal, dan itu berhasil. Saya langsung mencari Bus tujuan Mataram, Lombok. setelah dipilih pilih dapatlah bus yang sesuai dengan kriteria teman teman, yaitu Titian mas seharga 240ribu. Surabaya - Mataram ditempuh dengan waktu lebih kurang 23 jam perjalanan laut dan darat,, sungguh perjalanan yang panjang sebelum pendakian..

Terminal bungur asih, Surabaya


Pukul enam sore bus diberangkatkan dari terminal, melewati jalanan dan Tol Surabaya yang cukup macet menjelang akhir pekan. Enam jam sudah berlalu kemudian bus berhenti di sebuah rumah makan di daerah jember. Setelah sejam, bus melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang untuk menyeberang ke pelabuhan Gilimanuk, Bali yang memakan waktu sekitar 45 menit

berebut colokan



salah satu terminal di bali
Setelah menempuh perjalanan darat selama 3 jam lebih, akhirnya kita sampai di pelabuhan penyeberangan Padang Bai, waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang ke lombok adalah berkisar 4-5 jam. Tapi kenyataannya ferry yang kami tumpangi memakan waktu 7 jam karena ada antrian masuk keluar kapal di pelabuhan Lembar, Lombok..

sebelum merapat ke lombok


poker, mainan wajib selama perjalanan
Selama 7 jam perjalanan laut tak ada rasa bosan sedikitpun, karena kami sangat exited akan tujuna kami dan tidak sabar ingin menginjakkan kaki di gunung Rinjani.

tim ekspedisi dari Ternate
Touchdown Lombok...


Awalnya kami ingin melanjutkan perjalanan menuju Sembalun bersama dengan seorang pemandu dari lombok, sesuai dengan rencana teman saya yang memimpin rombongan ini.. Tapi, mendadak ada kabar bahwa pemandu ini membatalkan keikutsertaannya menemani kami karena ada halangan pekerjaan. Dan ketidakjelasan inipun berlanjut, mobil angkut yang kami sewa tidak bersedia membawa kami menuju sembalun dikarenakan waktu sudah mendekati malam dan perjalanan menuju sembalun dari terminal mandalika itu membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam . Tapi, supirnya memberikan kami pilihan yaitu sesampainya di masbagik kami akan di pindahkan ke mobil angkut lain yang lebih prima untuk melanjutkan perjalanan ke sembalun.. hmmm... dan kamipun menyetujuinya.


angkutan ke masbagik, lombok tengah


Sesaat sebelum berangkat, kami didatangi oleh seorang pemuda asli lombok bernama mas puguh. dan ternyata dia merupakan seorang anggota pencinta alam di salah satu organisasi pencinta alam di lombok. dan ternyata juga mas puguh ini sudah beberapa kali bolak balik di jalan raya dengan sepeda motor memperhatikan kami yang belum belum juga berangkat. Ya mungkin naluri seorang pencinta alam yang tidak tahan melihat tumpukan carrier dengan personelnya satu persatu kebingungan dengan arah yang tidak jelas :D
Dan, mas puguh pun menawari kami untuk menginap semalam di sekretariatnya di Masbagik dengan pertimbangan bekal yang kami punya tidak cukup dan juga menawari temannya untuk menemani kami menuju Puncak Rinjaniii,, woowww,, Akhirnya perasaan saya yang gundah gulana dari tadi sudah terobati.. terima kasih Tuhan! Akhirnya Tuhan mengirimkan pertolonganNYA,, :D

Violla,,, perjalananpun dilanjutkan..
setelah menempuh perjalanan sekitar sejam lamanya, kami tiba di masbagik.. Kami dibawa ke salah satu rumah yang merupakan sekretariat pencinta alam lombok, saya lupa namanya,, hhe

Dan wooww... Kami langsung disuguhi makanan dengan plecing kangkung yang sangat pedas,,, sungguh suatu keberuntungan bertemu dengan mas puguh.


plecing kangkung, pedasnyoo


Pagi harinya kami membeli tambahan logistik untuk pendakian seperti beras, telur, dan lain sebagainya. Dan Lagi,,, Sebelum berpamitan dengan emak yang punya rumah, kami disuguhi sarapan plecing kangkung, sungguh Lezatnya,,, Terima Kasih Emak dan semuanya :D


bersama emak dan anak anaknya di masbagik


Tepat pukul 9 pagi kami bertolak menuju Desa sembalun menggunakan mobil bak terbuka dengan bayaran 25 ribu rupiah perorang..  lama perjalanan memakan waktu 3 jam dengan jalanan lancar sejam pertama dan menanjak berliku di 2 jam berikutnya ,,


bersiap menuju sembalun


bersama tumpukan tas para penakluk Rinjani


Kami menyempatkan berhenti sejenak untuk berfoto di sebuah perbukitan dengan pemandangan desa Sembalun yang sangat indah..


pemandangan sebelum desa sembalun

tidak afdhol kalau tidak foto bersama


Sungguh sangat indah,,,, Ini Indonesia!!!


tampak dari kejauhan desa Sembalun

selamat datang di Desa Sembalun


Akhirnya kamipun tiba di desa Sembalun, desa dengan pemandangan yang sangat menakjubkan, udara yang sejuk walaupun terik matahari menerpa tubuh,,, 
Tak sabar ingin melanjutkan petualangan ini menuju puncak tertinggi ketiga di Indonesia,,
RINJANIII,,,,,, ;D

Bersambung.....










2 komentar: